Logo

Batuk Rejan

Kamis, 08 Agustus 2024

Batuk Rejan
Pengertian
Dikenal juga dengan istilah pertusis, batuk rejan merupakan infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Umumnya, pengidap batuk rejan adalah anak-anak. Namun, orang dewasa juga juga berisiko mengalami batuk rejan. Perlu diingat bahwa apabila terjadi pada anak-anak dan lansia, batuk rejan dapat berakibat fatal, terutama pada bayi yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksin pertusis.
Penyakit ini paling sering disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri Bordetella parapertussis.
Batuk rejan merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan kecacatan dan kematian pada anak di bawah usia 2 tahun bila tidak ditangani. Oleh sebab itu informasi seputar batuk rejan sangat penting untuk diketahui.
Penularan batuk rejan adalah melalui droplet (partikel air kecil) dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi. Jadi, ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet kecil yang mengandung bakteri dapat tersebar ke udara dan terhirup oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

Gejala Batuk Rejan
Gejala batuk rejan umumnya baru muncul 5–10 hari setelah infeksi bakteri di saluran pernapasan. Selanjutnya, ada 3 tahapan perkembangan batuk rejan , yaitu:

Tahap Pertama (fase catarrhal)
Pada tahap awal ini, gejala yang muncul masih termasuk ringan, seperti bersin-bersin, hidung berair dan tersumbat, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, hingga demam. Tahap ini bisa berlangsung hingga dua minggu, dan di tahap inilah, pengidap batuk rejan berisiko menularkannya ke orang-orang di sekelilingnya.

Tahap Kedua (fase paroksismal)
Tahap ini ditandai dengan meredanya semua gejala-gejala flu, tetapi batuk justru bertambah parah dan tak terkontrol. Di tahap ini, terjadi batuk keras terus-menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut. Setelah serangan batuk, bayi dan anak-anak yang mengalami batuk rejan bisa mengalami muntah serta tubuh mengalami kelelahan. Tahap ini bisa berlangsung sekitar dua hingga empat minggu atau lebih.

Tahap Ketiga (fase convalescent)
Pada tahap inilah tubuh mulai membaik, tetapi gejala batuk rejan tetap ada bahkan bisa batuk lebih keras. Tahap pemulihan ini bisa bertahan hingga dua bulan atau lebih tergantung dari pengobatan.

Pencegahan Batuk Rejan
Cara terbaik untuk mencegah batuk rejan adalah dengan melakukan vaksinasi atau imunisasi pertusis. Vaksin ini biasa diberikan dokter atau bidan bersamaan dengan vaksin difteri, tetanus, dan polio (vaksinasi DTP).

sumber:
halodoc.com
alodokter.com
klikdokter.com
hellosehat.com

Info Terkait:

Sarapan Sehat

Sarapan Sehat

Meningkatnya angka kegemukan, hubungan yang kuat antara kegemukan dengan berbagai penyakit kronis seperti; stroke, diabetes mellitus, gangguan jantung hingga ke

Hipertensi

Hipertensi

Sahabat SuryaHusadha, beberapa waktu lalu di mendengar berita tentang sakitnya seorang komedian yang mengalami pecah pembuluh darah

Mengenal Alzheimer

Mengenal Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit progresif yang ditandai dengan menurunnya ingatan, berpikir, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Meski berkembang lambat, penyak

Surya Husadha berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang senantiasa berorientasi kepada Keselamatan Pasien, melalui pelaksanaan setiap presodure pelayanan yang telah memiliki sertifikasi Akreditasi Nasional.

Surya Husadha Group